Pengurus PSSI menggelar rapat untuk menetapkan jumlah klub peserta kompetisi di Hotel Sahid, Jakarta, pada Jumat (30/9). Besar kemungkinan rapat berlangsung alot karena jumlah peserta kompetisi menjadi perdebatan sengit di dalam internal pengurus.
Pengurus setidaknya terbelah menjadi dua kubu antara yang menginginkan kompetisi diikuti 24 klub dengan kubu yang mengharuskan jumlah klub peserta kompetisi seperti musim lalu, yakni 18 klub.
Sementara, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dan Ketua Komite Kompetisi Sihar Sitorus berada di kubu yang menginginkan kompetisi diikuti 24 klub.
Dilain pihak Ketua Komite Hukum PSSI, La Nyalla Mattaliti dan Wakil Ketua Komite Kompetisi Toni Apriliani berdiri di kubu berseberangan, keduanya menginginkan kompetisi harus diikuti 18 klub.
Toni mengancam tak akan meneken surat keputusan jika pengurus memaksakan 24 klub ikut kompetisi. Sedangkan La Nyalla mengatakan akan menggulirkan kongres luar biasa (KLB) jika kompetisi musim depan diikuti 24 klub.
Kedua kubu saling mengklaim pihaknya mengikuti statuta. Djohar, misalnya, menunjuk Pasal 37 Statuta PSSI yang menyatakan Komite Eksekutif berhak menentukan waktu dan peserta kompetisi. Dengan dasar ini, keputusan menyertakan 24 klub dalam kompetisi tak menyalahi statuta. Tapi argumen Djohar ditampik La Nyalla.
La Nyalla menilai kewenangan Komite Eksekutif tersebut hanya berlaku untuk kompetisi baru. Adapun kompetisi yang akan bergulir 15 Oktober ini hanya lanjutan dari kompetisi sebelumnya.
La Nyalla menyebutkan format kompetisi, termasuk jumlah klub peserta, tak bisa diubah melalui rapat komite eksekutif, melainkan harus melalui kongres.
Saat ini rapat yang dimulai pukul 16.00 ini masih berlangsung secara tertutup. Rapat diikuti sembilan anggota Komite Eksekutif dan dipimpin Ketua Umum PSSI Djohar Arifin. Rapat ini menjadi rapat ketiga PSSI yang digelar di hotel.
Rapat pertama berlangsung di Hotel Crown, (16/9). Di sini mereka memutuskan kompetisi diikuti 18 klub dengan format satu wilayah.
Namun keputusan ini diralat dalam rapat lanjutan di Hotel Sahid, (21/9). Rapat yang berakhir dini hari ini menghasilkan keputusan kontroversial, yakni kompetisi diikuti 24 klub.
Sejumlah pengurus internal PSSI memprotes. La Nyalla yang mengikuti rapat tersebut yang menuding ada pihak yang memaksakan enam klub masuk kompetisi.
Protes juga datang dari beberapa klub. Belakangan sikap Djohar melunak. Ia mengatakan 24 klub yang diputuskan dalam rapat 21 September itu bukan jumlah final, melainkan jumlah maksimal. Artinya, jumlah peserta kompetisi masih bisa berkurang.
Rapat ketiga yang digelar, (30/9) akan memutuskan jumlah peserta kompetisi yang ditetapkan para pengurus PSSI. Diharapkan angka yang keluar nanti adalah keputusan final.
Sebab waktu bergulirnya kompetisi pada 15 Oktober hanya tinggal hitungan hari. Sementara tugas rumah PSSI, seperti regulasi kompetisi dan format kompetisi, masih belum terealisasikan.
No comments:
Post a Comment