Robert Horry, Keva, dan Ashlyn (Bing.com)
Robert Horry adalah bintang basket sesungguhnya di hati saya. Ia jauh lebih kokoh dari seorang Michael Jordan sekalipun. Ia ayah yang hebat, sangat bertanggung-jawab, dan peduli pada keluarga, terutama untuk si jelita Ashlyn.
Horry saya kenal saat menjadi bintang Houston Rockets menjadi juara NBA 1994 dan 1995 bersama Hakeem Olajuwon dan Sam Cassell. Saat ada kesempatan ke Houston di tahun 1996, satu keinginan saya adalah melihat wajah langsung Horry. Sebagai die hard Robert Horry, pria ini layak diidolai sebab memiliki wajah yang penyayang dan kebapakan. Wajahnya romantis, ganteng, dan pasti diidolai banyak wanita. Namun, ia hanya memberikan cinta sejatinya pada sang istri Keva, anak lelakinya bernama Camron, dan tentu saja almarhum Ashlyn.
Ashlyn, 17 tahun, meninggal dunia 14 Juni pagi hari di Texas Children's Hospital. Selama 17 tahun, Ashlyn bergulat dengan penyakit 1p36 Deletion Syndrome yang berpengaruh pada DNA manusia. Karena penyakit itu, seumur hidup Ashlyn mengalami kelainan pertumbuhan fisik dan mental.
Kematian adalah pertanyaan sepanjang penambahan 24 jam kehidupan Ashlyn. Namun Horry tak pernah mundur. Perjalanan panjang berkompetisi di NBA sepanjang 16 musim, tak mengurangi sedikit pun rasa cintanya pada mendiang Ashlyn Horry. Horry selalu berdoa untuk putri tercintanya di keheningan kamar-kamar ganti stadion NBA.
"Ashlyn adalah cahaya di saat gulita. Inspirasi permainanku adalah Ashlyn. Menang atau kalah terjadi setiap malam. Memenangkan Ashlyn dari penyakitnya adalah inspirasi yang selalu aku minta di setiap doa di kamar ganti, saat aku jauh darinya," demikian ungkapan Horry yang mengantongi tujuh gelar juara NBA di tiga tim NBA berbeda.
Melakukan tembakan menentukan adalah trade mark Horry. Horry adalah si pembuat keajaiban. Usai menembak, ia selalu mendongak, memohon keajaiban lain datang. Ya, jauh di relung hati sana, ia berharap keajaiban datang menyapa Ashlyn.
Tuhan berlaku adil dalam kehidupan Horry. Lewat tangan Horry, satu per satu keajaiban dibuat di klub yang diperkuat. Ia adalah satu dari dua pebasket di NBA yang mendapatkan cincin juara NBA di tiga tim berbeda. Sepanjang sejarah NBA, hanya ada 9 pemain yang memperoleh sedikitnya 7 cincin juara, termasuk Horry. Hanya ada 3 pemain yang pernah mendapatkan juara secara berturut-turut (back to back) di 2 tim berbeda, Horry salah satunya.
Keajaiban di lapangan membuat Horry selalu mendapatkan prioritas dan incaran klub besar. Houston, Phoenix, Lakers, dan Spurs adalah tim yang pernah ia perkuat. Namun, keinginan menemani Ashlyn, membuat Horry memutuskan pensiun pada tahun 2008.
”Kemanapun saya pergi bekerja, hatiku selalu ada di Houston. Kesempatan untuk lebih fokus menangani Ashlyn datang saat pensiun dari bola basket,” ungkap pria kelahiran 25 Agustus 1970 ini.
Surat untuk Ashlyn
Setelah pensiun, nama Horry hilang dari peredaran NBA. Komitmen 100% untuk mencari penyembuhan penyakit Ashlyn, membuat Horry mengabaikan panggung yang membesarkan namanya.
Kesedihan memang menggelayut saat Ashlyn akhirnya dipanggil ke si Pemilik Kehidupan. Namun, Horry menyadari bahwa itulah yang terbaik bagi si buah hati. Saat Father’s Day beberapa hari lalu, ia menyempatkan menuliskan sepucuk surat yang dilansir NBA.com. Ini bunyi lengkap surat menyentuh hati itu:
Dear Ashlyn,
Your beautiful smile has always been my inspiration. Although I am the father, you were my teacher, my hope and incentive, and my role model -- to your brother Camron and mother, Keva, as well.
Born with courage and determination, you confronted and overcame the challenges of 1p36 deletion syndrome, a rare and disabling genetic disorder. My admiration for you is only outdone by your dazzling smile, immortal in my heart.
I know you were constantly in pain, but you always endured with a smile. You were physically challenged, but it never prevented you from spreading warmth and love with pride and confidence.
I wanted you to join the play of the other children on holidays, but that was my hardship -- you enjoyed the laughter and seized every moment.
The appreciation of life, however brief it may be, was your gift to us, your loving family. And we will always remember that endearing smile, a smile that was contagious and admired by all.
Houston was your home, the place where you underwent care and treatment and offered the same with your striking and infectious smile. My NBA career was a challenge because it kept me away from home, but no matter where I played -- Los Angeles or San Antonio -- my heart always remained in Houston. And I couldn't wait to visit so I could hold you. Daddy-daughter time was precious; I treasured our moments together and held onto your irresistible smile, my inspiration.
My retirement finally enabled me to join you, and I witnessed the fighter spirit daily. The things we take for granted -- breathing, eating, walking -- were your obstacles. But you faced every challenge with courage and that charming smile that made everything better.
You only had seventeen short years, not nearly enough time for me, but when I get angry, I think of your smile and the cheer you shared with everyone around you.
On this day, Father's Day, your spirit is watching over me and making sure we are all safe and warm. I know you are smiling on life, love and family, and waiting for us to join you. There will come a time when we will again see that engaging smile that brought us so much joy each day of your life.
In your loving memory, we will persistently seek to increase awareness of 1p36 deletion syndrome through your foundation. We will bring hope to others around the world, to the children who suffer from the same genetic disorder, and to those parents and families who share the same desperation.
As the clock ticks, we will nudge medical science with your courage and determination and hope and pray that your eternal smile will offer the comfort that inspired me each day of your beautiful life.
I will always love you.
Love, Dad
Berkaca-kaca, kedua mata saya membaca surat itu. Sebuah keteladanan dari seorang Bapak untuk keluarga-keluarga Indonesia. Simpatiku untukmu “Big Shot Rob” from your die hard fans.
No comments:
Post a Comment